Mataku tak pernah berhenti menatap sebuah album foto kenangan tepat satu tahun kita pacaran dulu. Pikiran ini kembali tertuju dengan kenangan manis kita. Seberapa lama aku mencoba melupakan, semakin itu juga rasa cinta itu tumbul bersamaan.
Aku tak bisa memaksakan perasaanku, sungguh aku tak ingin perasaan ini muncul. Perasaan yang seharusnya sudah aku kubur dalam-dalam.
Tepat 3 tahun aku berada dalam kesunyian, tepat itu pula aku lupa akan kebahagiann kita selama ini.
"Aku mau pergi untuk beberapa tahun kedepan, dan aku akan kembali saat kamu berhasil menemukan yang terbaik untuk diri kamu sendiri, tapi bukan aku" bagaimana bisa aku mengingat kalimat itu setelah sekian lama aku mencoba merelakannya. Jujur ini semua sia-sia.
Aku benci kamu... sampai kapanpun. Kalimat itu yang selalu aku tanamkan pada diriku, sebagai pedoman agar aku dapat menghilangkanmu.
Lantas kali ini aku tak bisa membencimu karna aku selalu mengingat kenagan manis kita. Selama aku bahagia, aku tak dapat membencimu.
Kini aku menantimu, diam dan terus diam berharap kamu pulang, berharap kamu bersandar pada bahu ini.
Merindukanmu lewat doa yang selalu kulakukan.
Ini semua salah mu.. Kau tak dapat ku lupakan.
Sungguh sulit ku percara ini semua. Apa yang harus aku lakukan? aku harus membencimu? atau aku harus mencintaimu lagi?
Tidakkkkkkk! aku akan tetap mencintaimu dengan cara membencimu.
SELESAI
Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar