Senin, 30 Juni 2014

Kamu yang aku perjuangkan.




Hei kamu yang dulu moodbosterku jangan sampai kamu jadi moodbreakerku yaa, aku masih sempatkan waktu untuk kamu kok. Sudah banyak kode yang sering aku berikan bahkan kadang aku terlihat bodoh untuk menyembunyikan kepada teman teman bahwa aku tak menyimpan perasaanku padamu. Tapi aku tak dapat selamanya menjadi orang bodoh. Aku berharap dan masih terus berharap bahwa aku yang selama ini menjadi orang bodoh bisa menjadi orang yang layaknya paling pintar dihadapanmu.

Pintar? Iya pintar segalnya terutama pintar memperjuangin kamu yang saat ini harus ku perjuangkan. Tapi mengapa hanya aku yang memperjuangkan kamu? Entahlah mungkin ini masih takdir Tuhan hanya perasaanku saja yang hanya di kamu tanpa kamu menyadari bahwa perasaanmu juga ada padaku. Kamu bukannya nggak mau memperjuangkan aku, hanya saja kamu malas untuk memperjuangkan aku.

Aku tak tahu apa alasanya kamu melakukan itu, yang jelas aku disini sangat memperjuangkan kamu waalaupun perjuanganku tak sehebat di medan perang. Tenggoklah kebelakang sejenak disitulah saat kamu menemukanku yang sedang bersih keras memperjuangkanmu.

Tidak ada komentar: