Hei kamu
yang dulu moodbosterku jangan sampai kamu jadi moodbreakerku yaa, aku masih
sempatkan waktu untuk kamu kok. Sudah banyak kode yang sering aku berikan
bahkan kadang aku terlihat bodoh untuk menyembunyikan kepada teman teman bahwa
aku tak menyimpan perasaanku padamu. Tapi aku tak dapat selamanya menjadi orang
bodoh. Aku berharap dan masih terus berharap bahwa aku yang selama ini menjadi
orang bodoh bisa menjadi orang yang layaknya paling pintar dihadapanmu.
Pintar? Iya pintar
segalnya terutama pintar memperjuangin kamu yang saat ini harus ku perjuangkan.
Tapi mengapa hanya aku yang memperjuangkan kamu? Entahlah mungkin ini masih
takdir Tuhan hanya perasaanku saja yang hanya di kamu tanpa kamu menyadari
bahwa perasaanmu juga ada padaku. Kamu bukannya nggak mau memperjuangkan aku,
hanya saja kamu malas untuk memperjuangkan aku.
Aku tak tahu
apa alasanya kamu melakukan itu, yang jelas aku disini sangat memperjuangkan
kamu waalaupun perjuanganku tak sehebat di medan perang. Tenggoklah kebelakang
sejenak disitulah saat kamu menemukanku yang sedang bersih keras
memperjuangkanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar