Rabu, 16 Juli 2014

Bersandiwara





Aku takut semuanya tak sesuai harapan, aku takut semua berbalik dari yang aku rasa. Cinta butuh perjuangan tapi tidak untuk cewe yang tak kuat untuk berjuang. Cinta harus di katakana tapi tidak untuk cewe yang nilai popularitas. Maka dari itu untuk emnutupi semuanya cewe harus berusaha jaim terhadap lelaki yang sangat dicintainya.

“kalo kamu pacaran sama dia hanya untuk menyakitiku, kamu berhasil.” Ucapku seminggu yang lalu pada lelaki yang aku cintai itu. Setelah sekian lama menahan perasaan ini dan tak berani aku katakan, karna aku sangat menjaga images dan popularitasku.
menurutku saat ini hanya popularitaslah yang paling penting, agar aku tidak merasa terinjak-injak.
dari dulu aku hidup serba ada, serba lebih dan lebih tapi kalau udah mencangkup hati aku angkat tangan.

“cinta ini menyakitkan, sampai kapan aku harus berhenti dari sandiwara ini?”
menyakitkan iya, tapi apa daya ini semua aku lakukan juga demi kehormatanku.

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

Sabtu, 12 Juli 2014

Kasih Tak Nyata



Rintikan hujan dan semerbak harum wangian tanah menyengkram beriringan.
Sesosok kecil hadir dalam sesaat.
Mencoba mendekatkan dirinya agar dapat kurasa.
Tak semua hal yang biasanya terjadi kini sering menghantui.
Entah seberapa keyakinan ini hadir dalam hidupku.
Kini seseorang sedang berada di dekatku.
Mencoba memeluk dan mendekap hatiku.
Ku tahu dia dapat ku rasa namun tak nyata.
Rasa pelukan dan ciuman semakin menyekat..
Ini semua wujud cintanya pada kekasih masalalunya.
Tapi semuanya sirna seakan berlalu.
Dan kini hadir menggulurkan perasaan tanpa adanya kenyataan.

Untukmu yang dulu sirna tanpa adanya kenangan

Kamis, 10 Juli 2014

Arti tangisan



 Dinding-dinding hatiku merasa manangis  saat ku tahu orang yang selama ini aku percaya, tak ada lagi rasa cinta. Sedikit pun rasa iba terus mengoyahkan niatku untuk berbuat baik padanya. Orang yang tak pernah ku kenal sebelumnya, hanya lewat sebuah kedipan mata aku mengenalnya.

Itulah yang aku rasa, aku sangat terluka. Melihat kekasihku pergi dan digantikannya dengan seorang pria yang baru saya tak pernah ku kenal.
Mungkin benar apa kata ayah dan ibuku. Dia lebih baik untukku tapi aku tak bisa memberikan hatiku seutuhnya. Aku tak tahu banyak tentangnya yang jelas aku tak ingin mengulangi kesalahan yang sama.

Aku harus bagaimana? pilihan dari orang tuaku yang kurasa baik malah sungguh menyakitkan. Pilihan yang selama ini aku anggap dapat menjadi yang terbaik malah menjadi orang yang paling bodoh.

Aku kehilangan banyak waktu untuk memikirkan ini semua. Enggak ada salahnya aku coba merasakan cinta dengan pilihan orang tuaku.

"Yakinlah nak, tak ada orang tua yang tak mengingginkan anaknya hidup bahagia. Semua ini papa lakukan karena ingin melihat anaknya bahagia." 
Kali ini aku akan mencoba menerima pilihan itu. pilihan yang seharusnya tak pernah ada di hidupku terutama di urusan pribadiku.

Lalu bagaimana dengan kabar pria yang sering membikin aku menangis? setelah sekian lama aku tak mengenalnya, kini aku sangat terluka..
  
Selesai


Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

Tanpa kata Benci

Mataku tak pernah berhenti menatap sebuah album foto kenangan tepat satu tahun kita pacaran dulu. Pikiran ini kembali tertuju dengan kenangan manis kita. Seberapa lama aku mencoba melupakan, semakin itu juga rasa cinta itu tumbul bersamaan.
Aku tak bisa memaksakan perasaanku, sungguh aku tak ingin perasaan ini muncul. Perasaan yang seharusnya sudah aku kubur dalam-dalam.
Tepat 3 tahun aku berada dalam kesunyian, tepat itu pula aku lupa akan kebahagiann kita selama ini.

"Aku mau pergi untuk beberapa tahun  kedepan, dan aku akan kembali saat kamu berhasil menemukan yang terbaik untuk diri kamu sendiri, tapi bukan aku" bagaimana bisa aku mengingat kalimat itu setelah sekian lama aku mencoba merelakannya. Jujur ini semua sia-sia.

Aku benci kamu... sampai kapanpun. Kalimat itu yang selalu aku tanamkan pada diriku, sebagai pedoman agar aku dapat menghilangkanmu.
Lantas kali ini aku tak bisa membencimu karna aku selalu mengingat kenagan manis kita. Selama aku bahagia, aku tak dapat membencimu.

Kini aku menantimu, diam dan terus diam berharap kamu pulang, berharap kamu bersandar pada bahu ini.
Merindukanmu lewat doa yang selalu kulakukan.

Ini semua salah mu.. Kau tak dapat ku lupakan.

Sungguh sulit ku percara ini semua. Apa yang harus aku lakukan? aku harus membencimu? atau aku harus mencintaimu lagi?

Tidakkkkkkk! aku akan tetap mencintaimu dengan cara membencimu.

 SELESAI


  Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

Rabu, 09 Juli 2014

Kita Cinta Perbedan



puisi untukmu yang tak bisa ku miliki sampai saat ini.

Tuhan punya rencana lain..
Tak ada satupun yang menyalahkan kita..
Apa kita salah cinta pada orang yang berbeda?
Hanya karena beda keyakinan?
Beda tempat ibadah?
Bahkan beda kitab suci?
Aku salah satu dari orang yang tak mengerti tentang perbedaan..
Tolong sadarkan aku agar aku dapat memilih apa yang seharusnya aku pilih.
Putuskan hubungan ataukah lanjut dengan perbedaan

Mau di paksakan apalagi…
kalau jelas agama tak menuntut kita bersama..
Perbedaan bukan salah satu pemecah hubungan kita
Namun suatu cara agar memperkuat agama
Asalkan kita dapat menjaga toleransi bersama

Tapi disisi lain cinta dengan perbedaan adalah suatu yang haram..
Menghalalkannya hanya dengan memutuskan hubungan..
Tidak ada salahnya apabila kita berhubungan baik..
Asalkan kita memikirkan bagaimana korban selanjutnya..

Jumat, 04 Juli 2014

kekuatan jodoh itu katanya..



Untukmu pria kecil, berkacamata , dan pintar menggoda


Perkenalan kita pertama kali lewat facebook yaa, kamu ngajakin aku kenalan, kamu minta nomer hp ku dan kita sempat dekat.  Rasanya pas dekat denganmu aku tak merasakan apa apa yang aku tahu kamu hanyalah orang yang ingin mencari kenalan dan berdekatan dengan cewe manapu. Begitu juga sebaliknya kamu hanya tahu aku seorang cewe yang masih kecil, masih perlu belajar banyak tentang percintaan dan sangat tidak pernah menemukan jalan pikiranmu. Entah apa yang aku pikirkan tentangmu malah semakin membuat aku ingin mengetahui lebih tentangmu kakak… orang yang selama ini tak pernah ku anggap lebih dari seorang kakak.

Nyaman sih iya. Ketawa ketawa bareng sih juga pernah bahkan makan bareng juga pernah. Tak dapat aku ceritakn banyak tentangmu kakak. Kamu yang banyak mengajarkan ku tentang percintaan. Hubungan kami tak lepas hanya seorang adik kepada kakaknya. Karna aku tahu perasaan kita tak sama. Tapi anehnya kenapa kita selalu di pertemukan dengan kesamaan. Kata kamu sih kekuatan jodohnya kuat banget.
Dengan nada bicaramu yang beda membuatku merasa unik. Lucu sih iya, iya kamu orangnya lucu sekali tapi sayang aku tak bisa memilikimu sekarang. Seorang laki laki yang suka bertraveling kemana mana selalu sendiri.

Suasana yang tak pernah aku temukan sebelumnya, pria konyol dengan segudang kelucuannya itu membikin aku hanyut bersamanya. Tawa canda dan ceria selalu terlampir mengiringi hari indahnya. Di wajahnya terdapat kain kering yang seolah olah tak satu tetespun air menyentuhnya. Sungguh anugrah indah yang terpancar dalam jiwanya, aku berniat takkan ku beri tetesan air sedikitpun mengotori dirinya.
Senyum itu tak ku temukan 3 bulan lamanya. Dan kini aku berhasil melihat dengan sejuta bunga yang terpancar dalam wajahnya.
sungguh ini di luar dugaanku. Apa yang aku butuhkan saaat ini kembali lagi, yaitu pria yang berhasil membuat aku merasa bebas sebebasnya. Pria yang membuat aku agar menjalani hari hari dengan penuh canda tawa.

Terima kasih kakak sosokmu yang aku rindukan saat ini..