Senin, 30 Juni 2014

Dulu kekasihku sekarang kakaku.



Hay kamu yang dulu hampir dua tahun ngejalanin hubungan sama aku. Banyak sukany apa dukanya ? ya jelas banyak suaknya lah hehe.. dulu selama kita masih berhubungan kit a sering memikirkan mau di bawa kemana hubungan kelak kita nanti kalau pada akhirnya ada dua kepercayaan di antara kami. Sebenarnya enggak ada yang menyalahkan hubungan kita. Hanya saja semua orang menyuruh kita agar segera memutuskan hubungan kita. Tanpa aku sadari tak lama kemudian aku memutuskan hubungan kita bahwa yang perluh kamu tahu aku memutuskan ini karna hubungan ini tak layak di perjuangkan hanya menjadi oaring lain menaruh sisi negative terhadap hubungan kami.

Aku rindu, iya aku sangat rindu dimana kamu mengingatkan aku untuk sholat dan aku mengingatkanmu untuk pergi ke greja. Dimana disaat Ramadhan kamu selalu bangunin kau untuk sahur. Dan aku yang selalu menuggu kamu pulang greja  hingga larut malam. Enggak ada yang salah dengan hubungan kita, tapi ini semua demi keutuhan kita aku enggak mau ini menyakiti satu sama lain tapi aku akan tetap menjaga hubungan baik kita hanya sebatas kakak dengan adik saja enggak lebih.

Tak pernah sedetikpun untuk membencimu hanya saja aku menjaga jarak darimu, agar orang lain tak mengaggap hubungan kita ini hina. Sesungguhnya ini semua bukan kehendak ku. Lebih baik kita berhubungan dengan sebatas adik kakak saja. Aku sangat berterima kasih kepada Tuhan karna dia telah mengahdirkan kamu dalam hidupku dan aku bisa mempelajari arti sebuah perbedaan dalam sebuah hubungan.

Kamu yang aku perjuangkan.




Hei kamu yang dulu moodbosterku jangan sampai kamu jadi moodbreakerku yaa, aku masih sempatkan waktu untuk kamu kok. Sudah banyak kode yang sering aku berikan bahkan kadang aku terlihat bodoh untuk menyembunyikan kepada teman teman bahwa aku tak menyimpan perasaanku padamu. Tapi aku tak dapat selamanya menjadi orang bodoh. Aku berharap dan masih terus berharap bahwa aku yang selama ini menjadi orang bodoh bisa menjadi orang yang layaknya paling pintar dihadapanmu.

Pintar? Iya pintar segalnya terutama pintar memperjuangin kamu yang saat ini harus ku perjuangkan. Tapi mengapa hanya aku yang memperjuangkan kamu? Entahlah mungkin ini masih takdir Tuhan hanya perasaanku saja yang hanya di kamu tanpa kamu menyadari bahwa perasaanmu juga ada padaku. Kamu bukannya nggak mau memperjuangkan aku, hanya saja kamu malas untuk memperjuangkan aku.

Aku tak tahu apa alasanya kamu melakukan itu, yang jelas aku disini sangat memperjuangkan kamu waalaupun perjuanganku tak sehebat di medan perang. Tenggoklah kebelakang sejenak disitulah saat kamu menemukanku yang sedang bersih keras memperjuangkanmu.

Kamis, 19 Juni 2014

goresankuu



CINTA YANG LAMA 

Mataku terhenti mencari arti hati ini.
penyebab rasa yang ada di hati ini.
hati ini terhenti berada disini.
aku akan terus menanti.
pikiran dan jiwa serta hati ini benar adanya.
adanya hanya kamu pujaan hati ini.
yang selalu ada diantara ruang raga.

tlah kutemukan  setengah hati yang hilang.
dan hanya kamulah yang akan menggantikannya.
tak dapat aku pastikan.
tak dapat aku jelaskan.
mungkin hati ini tertatih menyakitkan.
sejenak aku pikirkan satu alasan.
dan kini aku menemukan suatu jawaban
aku yakin kamu dapat menggantikan. 

Sabtu, 07 Juni 2014

Terucap Sebuah Janji



Cahaya redup takdapat menyinari rembulan malam.
aku tenggelam dalam sendu yang tak kunjung usai.
membuat nafas ini terhenti ,kala kau tak di samping ini 
jujur tak ada yang dapat ku perbuat selama ini 
selain sendu yang datang menghampiri  dan menyelimuti.
sempat tersirat makna sebuah janji .
dan kini ku mengerti arti semua ini
di mana janji janji itu hanya sebuah mimpi bukan bukti
sadarlah bahwa semua yang terucap tak dapat semuanya terjawab.
usai sudah penantianku selama ini.
semoga kau kelak menyadari arti hati ini. 

Jumat, 06 Juni 2014

Mentari Pagi


Seputih cinta ini aku persembahkan hanya untuk kamu.
Sebening cahaya di pagi hari tak kan mampu mengalahkan senyummu.

Tuhan mungkin tidak menakdirkan kita bersama,
Tapi aku yakin Tuhan punya skenario yang indah buat kita. 

Serpihan kertas dan balutan tinta bertuliskan namamu.
menghapus sinar di pagi hari .

Tak kan ada yang mampu mengalahkan indahnya pagi .
Kala kau tak ada di samping ini. 

Membekas lara lara di hati .
Tak ku sangka kau mentari pagi..