WAITING
Menunggumu bagaikan menunggu
salju turun serasa lama dan nggak akan pernah terjadi .
Biasanya kalau orang itu
sayang yaa orang itu rela nunggu orang yang dia sayang sampai kapanpun.
Suatu pagi seperti biasa aku
duduk paling depan dan si Dio juga seperti biasa duduk di sebelahku. Aku dan
Dio bersahabat sudah lama, sebelumnya antara aku dan Dio tidak ada yang kita
sembunyikan kami berusaha agar saling terbuka, tetapi tidak satupun ada yang
tau tentang perasaanku kepadanya . Semua orang memang menganggap kami sahabat
padahal tingkah laku kami melebihi layaknya seorang sahabat.
"eh hariini ada murid
baru loh " tanya Dio
"iya aku tau kok tadi
ketemu tuh di gerbang sekolah " jawabku.
"orangnya kayaknya asik
ya, cantik pula ".
"apaayaaa ciyee kamu
naksir kayaknya haha ".
"haha gapapa dong kalo
naksir ? Iyakann "
"ya emang gapapa sih ,
gaada yang ngelarang juga." kalimat itu aku ucapin tanpa tidak aku sadarin
, aku masih berusaha menutupi semuanya, hingga Dio percaya bahwa tidak ada
perasaan apapun antara aku dan dia.
"hai boleh dong aku duduk
sini ?" tanya murid baru sok akrab
"iya boleh silahkan
." jawab Dio sok manis
Mereka berdua mulai berkenalan
dan akrab so al hasil akunya di cuekin deh ... Yaps ini tahap awal, kata Dio
untuk lebih kenal anak baru itu. Anak baru itu bernama Lala dia salah satu anak
orang sukses di kota ini .
Tak lama kemudia mereka deket
dan merasa nyaman, aku juga bersikap biasa saja ketika semua perhatian Dio
hanya untuk Lala . Ketika aku tau mereka pacaran, sikapku sih tetep tenang tapi
hatiku enggak bisa di ajak tenang. "entah apa yang salah dari aku, apa
perasaanku yang salah ataukah cara aku yang tidak tebuka yang membuat aku jadi
kayak gini ?". Aku bertanya pada diriku dan seperti biasanya aku masih
belum berani mengungkapkan seluruh perasaanku.
Dio setiap hari selalu
bercerita tentang pacarnya, seluruh isi curhatannya aku dengerin telinga kanan
dan keluar dari telinga kiri. Aku berusaha ngasih solusi agar semuanya tetap
baik baik saja.
Kemarin di sebuah lestoran aku
melihat Lala makan bersama dengan seorang cowo yang pasti cowo itu bukan Dio.
Aku menyembunyikan ini semua dari Dio karna aku enggak mau merusak kebahagiaan
Dio. Aku rela Dio bahagia selain sama aku,
Tak lama kemudian Dio tau
bahwa Lala adalah cewe matre yang ingin memanfaatkan Dio saja.
"Aku barusan putus sama
Lala " Dio memulai pembicaraan padaku.
"loh ? Kenapa ? "
"iya, Lala enggak sebaik
yang aku kira sebelumnya, memang sih mukanya cantik dan polos gitu, tapi
hatinya tak sepolos wajahnya."
" yasudahlah kamu udah
tau semuanya memang dia bukan cewe yang baik"
Semenjak itu Dio mulai
menghindar dari Lala karena perbuatan Lala yang membuat Dio syokk dan kecewa
berat.Dio belum tahu bahwa sebelum Dio pacaran sama Lala aku sudah menjalin
hubungan dengan Dandi anak SMA Tunas Harapan yang terkenal keren dan tajir itu.
Aku pacaran sama Dandi tidak di dasari rasa cinta, rasa cintaku hanya untuk
Dio. Aku enggak bisa kalau harus menutupi semua ini, akhirnya aku cerita ke
Dio, dan Dio sempat marah padaku tapi tak lama kemudian semuanya mulai
baik-baik saja.
Aku merasa kalau perbuatanku
itu malah membuat Dandi tersakiti karna aku sama sekali tidak memcintainya. Dan
aku menjelaskan semua tentang bagaimana perasaanku .
"Dan sebelumnya aku minta
maaf, sebenarnya aku sama sekali tidak mencintai kamu. Memang ini menyakitkan
buat kamu, tapi aku enggak bisa berbuat apa-apa kamu terus saja memaksaku agar
mau menjadi pacarmu. Aku sudah mencintai cowo lain, maafkan aku ini memang
menyakitkan buat kamu." aku menghela nafas panjangn dan merasa bersalah.
" lantas kita harus
bagaimana sekarang ? Mau putus ?"
" iya kamu enggak
keberatan kan ?"
" enggak kok. Makasih
atas selama ini sudah mau jadi bagian hidupku."
Dandi menyadari bahwa hubungan
yang tidak di dasari dengan rasa cinta itu enggak akan bertahan lama. Seketika
itu juga aku dan Dandi putus. Tenyata sebelumnya Dandi tahu kalau persaan
cintaku hanya untuk Dio, karna aku diam-diam sering memperhatikan Dio.
Dua Minggu Kemudian...
Papa dan Mama mengajakku
pindah ke Paris, aku pikir ini kesempatan bagus agar aku bisa melupakan Dio
sahabatku, dan Dandi bisa mengikhlaskan kepergianku.
Yang tau kalau aku mau pindah
cuman Dandi aku sengaja tidak memberitahu Dio, karena aku tidak ingin membuat
Dio sedih karena kepergiaanku.
Dio nyamperin Dandi yang
sedang asyik mengaduk-ngaduk makanannya ."kamu tau Gadis dimana ngak ? Dia
nggak masuk hari ini."
Gadis itu nama panggilanku di
sekolah, semua orang lebih sering memanggil aku dengan sebutan Gadis, entah aku
enggak tahu apa alasannya.
"loh kamu enggak di kasih
tau sama Gadis yaa? Diakan hariini berangkat ke Paris."
"ke Paris ngapain ?"
" katanya sih mau tinggal
disana karena papahnya ada pekerjaan disana. Kamu juga nggak tau kan tentang
perasaannya padamu ?"
"maksut kamu perasaan apa
?"
"dia itu nyimpan harapan
besar sama kamu, selama ini dia berusaha menyembunyikan semuanya."
"lantass ? Knapa Gadis
bisa pacaran sama kamu ?"
"udah nggak usah banyak
tanya cepat temui Dia, mungkin jam segini dia masih ada di Bandara. Kalau
enggak kamu akan kehilangan dia untuk selamanya"
Tanpa pikir panjang Dio langsung bergegas ke
Bandara menemui Gadis.
"permisi , pesawat ke
Paris apakah sudah berangkat ?" tanya Dio kepada salah satu petugas.
"sudah sekitar lima menit
yang lalu."
Dio merasa telat karena orang
yang sangat mencintainya sudah pergi meninggalkannya
"kenapa kamu
menyembunyikan semua ini Dis, kalau saja kamu jujur dari awal aku bakalan
ngasih hatiku untuk kamu. Aku juga sayang sama kamu Dis, selama ini aku juga
menyembunyikannya dari kamu, karna aku pikir aku enggak pantas untuk kamu.
Andai kamu masih disini Dis, aku janji bakalan ngebahagiain kamu, pasti kita
bisa seneng-seneng bareng lagi. Kamu kapan pulang Dis, aku disini akan slalu
nunggu kamu Gadisku tersayang.." Dio bicara sendiri sambil menangis.
Dengan rasa menyesal Dio pun
langsung pulang kerumah, yang saat ini dia harapkan adalah menunggu aku kembali
ke pelukannya lagi.
Setelah sebulan aku pergi
meninggalkannya dan kini hidupnya tanpa bayangan orang yang dia cintai,
berhari-hari Dio merenung, hidupnya tak seceria dulu saat aku berada di
sampingnya..
Sekarang tanpa bayanganmu
akankah ku bisa tegar..
Akankah ku bisa lalui hidup
ini ..
Kumohon kembalilah..
Kembali tuk temui separuh
hatimu..
Separuh jiwa dan ragamu..
Duhai Gadisku tersayang ...
Disela-sela kesibukannya Dio
menyempatkan menulis sepenggal bait puisi untukku. Dio masih beharap aku datang
menemuinya, karna Dio merasa akulah cinta sejatinya.
Sedangkan disisi lain aku pun
selalu merindukan kenangan dulu saat bersama Dio. Yang aku pikirkan saat ini
kapan aku bisa kembali ke Indonesia dan menemui Dio lagi.
Tiba-tiba ayah mengajakku
pulang ke Indonesia karena pekerjaannya di Paris sudah selesai. Tanpa pikir
panjang aku langsung membereskan seluruh barang-barangku, aku enggak sabar
ingin segera bertemu dengan Dio.
"Dio..................................
" aku lari menemui Dio yang berada di luar rumah sambil melukis burung
yang ada di taman sebelah rumahnya.
"Gadisss ? " Dio
sangat kaget melihat kehadiranku. Dio langsung memelukku dan mendekatkan
wajahnya di depan wajahku.
" kamu kemana aja sih ?
Aku nyariin kamu tauk." tanya Dio
"maaf aku menghilang dari
hidupmu, karna aku ingin melupakan semuanya. Tapi aku sadar aku gabisa tanpa
kamu. "
" jangan pergi lagi yaa,
aku sayang sama kamu, semenjak nggak ada kamu aku jadi nggak ada semangat lagi.
Maukan jadi semangtku sekaligus pacarku? "
" iya aku mau Dio".
Dio langsung memelukku erat
dan mencium bibirku dengan penuh rasa cinta.
Semenjak Dio jadi pacarku aku
merasa menemukan cinta sejati yang nyata di dalam kehidupanku. Dio selalu
memanjakanku dan ada aja hal yang dia lakukan agar aku bisa ketawa.
kalau kita mau menunggu seseorang yang kita
anggap orang itu tepat buat kita , maka dengan mudah cinta sejati itu datang
tanpa kita sadari.
SELESAI